
TIRTAMARTA.SCH.ID – Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur, yang berlokasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan Cinere, Depok, telah menjadi saksi perjalanan hidup banyak alumninya. Salah satunya adalah Hobert Videman Gratius Ospara, seorang pendeta yang kini mengabdikan hidupnya untuk melayani jemaat. Dalam kesehariannya, Hobert menerapkan nilai-nilai yang ia pelajari semasa sekolah, menunjukkan bagaimana pendidikan karakter Kristen di TIRTAMARTA Penabur menjadi fondasi kokoh dalam membentuk generasi yang berdedikasi pada pelayanan dan kebaikan.
Awal Pembentukan Karakter di TIRTAMARTA Penabur
Ketika pertama kali masuk ke SMPK TIRTAMARTA Penabur, Hobert mengalami “culture shock” akibat perbedaan lingkungan dengan sekolah sebelumnya. Dari keterkejutan itu, muncul pelajaran penting tentang kerja keras dan disiplin. “Awal masuk, nilai saya tidak baik. Namun, saya belajar bahwa jika ingin mencapai standar nilai di TIRTAMARTA, saya harus berusaha lebih keras,” kenangnya.

Selain disiplin dan kerja keras, Hobert juga belajar arti kejujuran di TIRTAMARTA Penabur. Di sekolah ini, hasil evaluasi belajar dilaporkan secara transparan kepada orang tua, mengajarkan Hobert untuk selalu jujur dalam prestasi dan kegiatan akademiknya.
Menjadi Pendeta dengan Karakter Tangguh
Nilai-nilai yang ditanamkan di TIRTAMARTA Penabur turut membentuk Hobert menjadi pendeta yang teladan. Disiplin, kerja keras, dan kejujuran menjadi prinsip yang ia pegang erat dalam pelayanannya. “Sebagai pendeta, saya tidak hanya berkhotbah tetapi juga harus menjadi contoh bagi jemaat,” jelasnya. Pelajaran karakter yang ia dapatkan di sekolah kini membantunya menjadi pemimpin yang rendah hati dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menghadapi Era Digital dengan Nilai Kristen
Dengan tema sekolah saat ini, “Experiencing The Future,” Hobert menyoroti pentingnya adaptasi terhadap teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai Kristen. Hobert mengenang bahwa meski teknologi belum secanggih sekarang, TIRTAMARTA Penabur telah memperkenalkan IT kepada para siswa. “Saat ini, teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan, dan penting bagi sekolah untuk beradaptasi tanpa melupakan nilai Kristen yang menjadi dasar pembentukan karakter siswa,” katanya.

Kegiatan yang Membekas: Ibadah, Persekutuan, dan Sepakbola
Selain pelajaran akademik, Hobert menemukan makna dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti ibadah siswa, persekutuan doa, dan sepakbola. Kegiatan-kegiatan ini memberikan fondasi bagi Hobert dalam perjalanan imannya. Hobert bahkan sudah memiliki keinginan menjadi pendeta sejak SMP, yang ia akui terinspirasi dari rutinitas ibadah dan persekutuan doa di TIRTAMARTA Penabur.
Sepakbola juga memberinya pelajaran berharga. Dalam aktivitas ini, Hobert belajar tentang nilai-nilai hidup yang bermanfaat dalam pelayanannya saat ini, terutama dalam menggabungkan ilmu psikologi dan teologi yang ia tekuni saat kuliah.
Pesan untuk Generasi Muda TIRTAMARTA Penabur
Sebagai alumni, Hobert menyampaikan pesan kepada siswa TIRTAMARTA Penabur. Ia mendorong mereka untuk terus semangat dalam mengembangkan karakter Kristiani yang baik. “Manfaatkanlah waktu di sekolah untuk mempelajari nilai-nilai Kristiani yang berlandaskan kasih kepada Allah dan sesama. Pertumbuhan karakter teman-teman akan terwujud jika terus belajar dan membuka diri terhadap pengalaman hidup,” tuturnya.
Kisah Hobert Ospara menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan karakter Kristen di TIRTAMARTA Penabur mampu membentuk pribadi yang tangguh dan rendah hati. Dalam perannya sebagai pendeta, Hobert menerapkan nilai-nilai yang ia dapatkan di sekolah, menunjukkan bahwa pendidikan karakter bukan hanya teori, melainkan fondasi hidup yang abadi.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2025 / 2026
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok
Dengan Pendidikan Karakter Kristiani Tirtamarta (PK2T ACTS)





