TIRTAMARTA.SCH.ID — Dalam era yang semakin terhubung dengan teknologi, kemampuan menciptakan web content berkualitas semakin berharga. Web content adalah teks, gambar, video, serta elemen lain yang dipublikasikan pada situs web. Dengan kedatangan kecerdasan buatan (AI), proses pembuatan konten menjadi lebih cepat, efisien, serta memberi peluang besar untuk mengenbangkan kreativitas. Namun, kemajuan ini juga membawa tantangan baru.
AI menawarkan berbagai macam solusi inovatif yang sangat berguna dalam menciptakan konten yang kreatif dan menarik. Seperti yang dijelaskan oleh Abbie Misah dalam EdSurge “How AI Can Foster Creative Thinking in the Classroom and Beyond”, alat – alat seperti Chat GPT dan DALL E dapat membantu untuk menulis sebuah artikel, serta membuat ilustrasi secara efisien. Dengan bantuan ini pembuat konten memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan. Selain itu, AI juga memungkinkan mereka untuk melakukan pembuatan konten yang lebih bervariasi dan memberi kesempatan untuk melihat perspektif baru. Dengan demikian, AI menyiapkan masa depan para pelajar dengan pemikiran kreatif dan kemampuan pemecahan masalah.
Selain itu, menurut Sarina Habib dalam YouthToday “AI can Help – and Hurt – Student Creativity”, AI dapat menjadi alat brainstorming yang membantu pelajar menemukan ide – ide baru. Dalam dunia pembelajaran, AI membantu siswa untuk menyusun esai, mempelajari bahasa baru, membantu menganalisis data, dan lain – lain. AI sudah menjadi bagian dari sistem pembelajaran para pemuda. Namun, pentingnya untuk menggunakan AI sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti.
AI juga memungkinkan personalisasi dalam pembelajaran. Dengan menganalisis data dan perilaku pengguna, AI menciptakan proses pembelajaran personal yang dapat meningkatkan kesemangatan belajar pengguna. Sebagai contoh, Khan Academy menggunakan AI untuk memberikan pembelajaran sesuai dengan pola belajar siswa, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa pada suatu materi, serta memberi rekomendasi untuk materi selanjutnya. Selain itu, Duolingo menggunakan AI untuk memberi ilmu bahasa yang disesuaikan dengan kecepatan belajar pengguna, sehingga membuat proses pembelajaran lebih produktif.
Walaupun AI membawa banyak manfaat positif, terdapat beberapa tantangan yang harus diperhatikan. Seperti yang disampaikan oleh Firman Kurniawan dalam artikel “Pakar UI Sebut Manfaat dan Tantangan AI untuk Pendidikan” kebiasaan menggunakan AI dalam mengerjakan tugas, dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, para guru dapat menggunakan platform AI checker seperti Zero GPT, untuk mengidentifikasi jika siswa menggunakan AI dalam tugasnya. Oleh karena itu, Firman menegaskan bahwa AI harus digunakan secara bijak, dengan batas kapan dan bagaimana menggunakannya.

Dalam menghadapi era AI, BPK Penabur menggandakan kegiatan seperti IT Camp di Penabur 7 dan ekstrakurikuler Robotik. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong siswa/i agar dapat mengeksplorasi dunia teknologi sekaligus mengenbang kreativitas mereka. Selain itu, BPK Penabur Cirebon turut berkontribusi melalui program “Step Into The Future” yang mengajak siswa/i untuk mencoba pengalaman Virtual Reality (VR) dan foto menggunakan AI.
Meskipun BPK Penabur Jakarta telah memanfaatkan AI dalam berbagai kegiatan, mereka tetap memperhatikan nilai-nilai etika saat menggunakannya. BPK Penabur memastikan siswa/i memahami bahwa teknologi harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Siswa/i diajarkan untuk menggunakan AI sebagai alat bantu yang membantu dalam proses belajar mereka. Selain itu, Penabur juga menekankan pentingnya untuk menjaga kemampuan berpikir kritis siswa sebagai fondasi utama pendidikan. Dengan ini, BPK Penabur berkomitmen untuk membangun generasi yang cerdas saat menggunakan teknologi.
Kemajuan AI membawa manfaat besar dalam pendidikan dan pembuatan konten dengan meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan personalisasi pembelajaran. Namun, AI harus dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung proses belajar tanpa merusak kemampuan berpikir kritis. Pentingnya menjaga etika saat menggunakan AI.
BPK Penabur memanfaatkan AI melalui berbagai program, seperti IT Camp dan “Step Into The Future”, untuk mengasah kreativitas dan keterampilan siswa. Dengan menekankan nilai etika, Penabur membangun generasi yang cerdas saat menggunakan teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Refrensi:
- https://www.edsurge.com/news/2024-09-18-how-ai-can-foster-creative-thinking-in-the-classroom-and beyond#:~:text=AI%20can%20support%20any%20part,about%20AI%20designed%20for%20creativity
- https://youthtoday.org/2024/02/ai-can-help-%E2%88%92-and-hurt-%E2%88%92-student-creativity/
- https://www.antaranews.com/berita/4412461/pakar-ui-sebut-manfaat-dan-tantangan-ai-untuk-pendidikan
- https://www.ibm.com/think/topics/ai-personalization
- https://bpkpenabur.or.id/cities/jakarta/berita/berita-bpk-penabur-jakarta/mengerjakan-tugas-sekolah-dengan-ai-bolehkah
- https://bpkpenabur.or.id/cities/jakarta/berita/berita-bpk-penabur-jakarta/artificial-intelligence-ai-dalam-pembelajaran-lawan-atau-kawan
- https://makt.penaburcirebon.sch.id/news58-bpk-penabur-cirebon-step-to-the-future-.html
- https://bpkpenabur.or.id/tangerang/sdk-penabur-gading-serpong/tentang-kami/program/ekstrakulikuler/robotik
……………………………………..
Tim 2:
Penulis:
- Ivana Christela / 8B
- Ravendra Bhima Pranabawa / 8A
Guru Pendamping: Aditya Permana Sulistyo, S.Pd.







