TIRTAMARTA.SCH.ID – Di era digital yang serba canggih ini, kemudahan akses informasi dan hiburan seringkali menyembunyikan efek samping yang memprihatinkan bagi perkembangan anak. Sahabat Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur, buku Mendidik Anak Di Era Digital: Kiat Menangkal Efek Buruk Teknologi Terhadap Anak karya Yee-Jin Shin mengungkap fakta mengejutkan yang jarang diketahui banyak orang. Apakah benar teknologi yang seharusnya mendidik justru bisa merusak pola pikir dan perkembangan emosional anak? Bacalah artikel berikut untuk mengetahui secara mendalam!

Siapa Sebenarnya Yee-Jin Shin?
Yee-Jin Shin merupakan seorang psikiater dan praktisi pendidikan anak dari Korea Selatan yang telah mengabdikan diri di bidang psikiatri kesehatan jiwa anak dan remaja sejak tahun 1998. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di klinik, Shin kerap menemui anak-anak yang bermasalah akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan. Melalui pengamatannya, ia menyusun buku ini sebagai panduan praktis bagi para orang tua, pendidik, dan bahkan para profesional di industri teknologi agar dapat menangkal dampak negatif dunia digital.

Untuk Siapa Buku Ini Diciptakan?
Buku ini dirancang untuk:
- Para pendidik dan pemerhati dunia anak, yang ingin memahami dinamika perkembangan anak di tengah kemajuan teknologi.
- Pekerja di industri teknologi digital, agar lebih bijaksana dalam menciptakan produk yang ramah terhadap tumbuh kembang anak.
- Orang tua dan calon orang tua yang khawatir dengan dampak penggunaan perangkat digital terhadap mental dan emosi anak.
Baca juga: 7 Kebiasaan Keluarga yang Efektif: Inspirasi Praktis dari Stephen R. Covey

Teknologi Digital: Dua Sisi Mata Uang
Buku ini secara detail mengupas bagaimana dunia digital, meskipun menawarkan kemudahan dan hiburan, dapat menimbulkan dampak serius pada perkembangan otak dan kejiwaan anak. Berikut beberapa poin penting yang diulas:
- Efek Negatif pada Otak Anak:
Teknologi digital yang memberikan rangsangan kuat secara terus-menerus dapat membuat otak anak berubah secara struktural. Konsep “otak popcorn” menggambarkan kondisi di mana otak anak terbiasa dengan stimulus yang cepat, membuatnya sulit berkonsentrasi dan mengembangkan daya pikir mendalam. - Fenomena “Matang Semu”:
Anak-anak yang terlalu sering terpapar perangkat digital berisiko tumbuh secara fisik namun tidak sejalan dengan perkembangan emosional dan kejiwaan. Mereka cenderung impulsif, kurang empati, dan sering kali menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan usia sebenarnya. - Kecanduan Digital dan Gangguan Sosialisasi:
Penggunaan gadget yang berlebihan bisa menyebabkan kecanduan, di mana anak merasa lebih nyaman berinteraksi dengan layar daripada dengan orang di sekitarnya. Akibatnya, kesempatan untuk belajar dari pengalaman nyata dan mengembangkan keterampilan sosial pun tergerus.
Baca juga: AI + Kreativitas = Kunci Sukses Pelajar di Era Modern

Strategi Digital Parenting: Kunci Mengembalikan Keseimbangan
Sebagai solusi atas berbagai dampak negatif tersebut, buku ini memperkenalkan konsep digital parenting. Beberapa prinsip kunci yang dapat diterapkan oleh orang tua dan pendidik antara lain:
- Pembatasan Waktu dan Konten:
Bukan hanya soal seberapa banyak anak menggunakan perangkat digital, melainkan kapan dan jenis konten apa yang mereka konsumsi. Menetapkan batasan yang jelas sangat penting untuk menghindari efek overstimulasi. - Keterlibatan Keluarga Secara Menyeluruh:
Pengaturan penggunaan teknologi harus melibatkan seluruh anggota keluarga. Orang tua harus menjadi teladan dalam penggunaan perangkat digital dan secara aktif mengajak anak berinteraksi dalam kegiatan non-digital. - Penerapan Aturan yang Disepakati Bersama:
Libatkan anak dalam pembuatan aturan penggunaan gadget. Dengan begitu, anak akan lebih memahami alasan di balik pembatasan tersebut dan merasa memiliki tanggung jawab untuk mematuhinya. - Mendorong Aktivitas Fisik dan Sosial:
Pastikan anak mendapatkan rangsangan dari berbagai aktivitas yang mendukung perkembangan motorik dan emosional. Interaksi langsung dengan lingkungan nyata sangat diperlukan untuk membangun kreativitas dan empati.

Mengungkap Misteri di Balik Teknologi Digital
Buku ini menyajikan wawasan mendalam yang menantang paradigma umum tentang manfaat teknologi digital bagi anak. Melalui pengalaman klinis dan penelitian ilmiah, Yee-Jin Shin membuka mata kita bahwa kemajuan teknologi yang cepat juga membawa risiko besar bagi tumbuh kembang jiwa anak. Bagaimana mungkin alat yang dirancang untuk mendidik justru bisa merusak kreativitas, konsentrasi, dan kemampuan bersosialisasi anak? Rahasianya ada pada pola penggunaan dan bagaimana orang tua serta pendidik menerapkan digital parenting yang bijaksana.
Seiring dengan kemajuan zaman, kita dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan antara manfaat teknologi dan kesehatan mental anak. Buku ini memberikan panduan yang tidak hanya praktis tetapi juga menyentuh aspek emosional yang sering terabaikan dalam proses pendidikan anak di era digital.
Apakah Anda setuju dengan isi buku ini?
Kami mengundang Anda untuk berbagi pendapat, pengalaman, dan strategi dalam menerapkan digital parenting di kolom komentar di bawah.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2025 / 2026
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok
Dengan Pendidikan Karakter Kristiani Tirtamarta (PK2T ACTS)





