(Serial liburan untuk keluarga TIRTAMARTA PENABUR)
PROLOG – Suara Ibu
Aku menahan napas ketika Dina, putri kecilku, memeluk kotak krayon lusuhnya.
“Bu, di sekolah baruku… apa aku boleh menggambar langit jingga?” bisiknya pelan.
Kata teman‑temannya, langit jingga terdengar aneh. Namun, di mata Dina warna itu memegang harapan. Sebagai ibu, aku hanyalah ingin ia tumbuh percaya diri—seutuhnya dirinya sendiri. Karena itu, kami mencari “rumah” yang menampung imajinasinya dan menyalakan cahaya langkahnya.
Suatu sore, seorang sahabat mengenalkan TIRTAMARTA PENABUR. Katanya, sekolah ini memberi ruang anak bersinar lewat kreativitas. Sejak saat itu, kisah kami pun bergulir.
Baca juga: Paska 2025 TK TIRTAMARTA: Janji Pertobatan & Sukacita

BAB 1 – Kanvas Kosong
Pagi pertama berkunjung, aula terbuka menyambut kami. Dinding putih membentang bagaikan lautan tanpa warna. Di samping aroma cat air yang tipis, sinar matahari Juli menyusup lembut. Dina menggenggam jariku erat.
“Rumah cahaya,” bisikku. Frasa itu memenuhi pikiran.
Guru seni—Bu Lala—tersenyum hangat. “Setiap anak membawa warna unik,” tuturnya sambil menunjuk kanvas raksasa. “Tugas kami membantu warna itu bersinar.”
Tanpa ragu, Dina menorehkan jingga di sudut kanvas. Tak lama kemudian, seorang teman baru menambahkan biru laut di sebelahnya. Perpaduan itu melahirkan ungu lembut, lalu tawa kecil pun pecah.
Aku merasakan kelegaan. Tidak terdengar kata “jangan”. Sebaliknya, tepuk tangan kecil menghantar keberanian.
Langkah kecil hari ini, lompatan besar esok hari.
Saat pulang, Dina menatap lingkar jingganya—belum sempurna, tetapi matanya berbinar. “Bu, di sini langit jinggaku boleh tinggal,” katanya lirih. Aku tahu, kanvas hatinya menemukan tempat bertumbuh.
Baca juga: Purnawiyata TKK TIRTAMARTA: Awal Petualangan Belajar Hebat
BAB 2 – Panggung Kecil, Langkah Besar
Empat bulan berlalu. Auditorium meredup, lampu panggung masih padam. Sementara itu, detak jantungku menyatu dengan debar Dina di balik tirai.
Satu tarikan napas… dua… tiga.
Topeng kertas—hasil karyanya—berada di tangannya. Ini penampilan perdana di drama musikal “Genggam Tangganku.”
Aku berjongkok dan menatap matanya. “Bersinarlah lewat kreativitasmu,” bisikku, mantra keluarga kami.
Sekejap kemudian, lampu emas menembus tirai. Musik orkestra siswa bergema. Dina melangkah—satu, dua, tiga—lalu suaranya membelah hening:
“Aku akan terbang dengan warna langitku!”
Penonton terdiam, kemudian tepuk tangan menjalar seperti ombak hangat. Dina menari, bernyanyi, dan menyalakan topeng jingganya. Air mataku luruh, bukan sekadar haru melainkan keyakinan: ia menemukan suara.
Di penghujung acara, lampu kembali temaram. Dina berlari memelukku. “Bu, panggung ini memelukku dengan cahaya,” katanya. Panggung kecil itu menjadi langkah besar keberaniannya.
Baca juga: Pelajaran Kasih Siswa TIRTAMARTA: Belajar Peduli, Kunjungan ke Panti Werdha
BAB 3 – Surat untuk Masa Depan
Setahun berselang, Dina sudah duduk di kelas dua. Suaranya bertambah mantap. Tugas malam ini: menulis “Surat untuk Masa Depan.”
Ia menorehkan tiga kalimat:
Aku ingin langitku tetap jingga.
Aku ingin teman‑temanku ikut menari di bawahnya.
Aku ingin membawa cahaya ini ke mana pun aku pergi.
Di balik tulisan miring, kulihat perjalanan kecil kami: kanvas kosong, panggung bercahaya, dan cahaya yang kini menjadi miliknya.
Di sinilah kami pulang.
Rumah tidak selalu sekadar atap dan tembok. Terkadang, ia adalah panggung bercahaya atau dinding kosong yang menunggu warna. TIRTAMARTA menjadi rumah itu—menyambut Dina apa adanya.
EPILOG – Ajakan untuk Melangkah
Langit anak Anda mungkin jingga, hijau, atau warna yang belum bernama. Namun, setiap warna pantas bersinar.
Di TIRTAMARTA PENABUR, kami menyiapkan panggung, menyalakan lampu, dan berjalan bersama anak Anda—langkah demi langkah—hingga cahayanya terpantul ke dunia.
🔆 Bersinar lewat Kreativitas dimulai dari sini.
📝 Daftar sekarang (TA 2026–2027) → tirtamarta.sch.id
📍 Kunjungi Pondok Indah / Cinere → WA +62851‑7533‑8161
Rumah Cahaya menanti warna anak Anda.
Catatan: Nama tokoh dalam artikel ini bersifat fiktif. Kesamaan dengan tokoh nyata hanyalah kebetulan.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2025 / 2026
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok
Dengan Pendidikan Karakter Kristiani Tirtamarta (PK2T ACTS)








