Di dunia yang semakin kompleks, kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi diplomatis, dan memahami isu global menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Karena itu, pengalaman mengikuti Model United Nations (MUN) bukan sekadar lomba; pengalaman ini adalah latihan nyata menjadi pemimpin masa depan. Hal itulah yang dialami Darren Adhyaksa dan Vianka Mikaela Kwok, siswa SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR yang berhasil meraih Honorable Mention di MUN 2025 di SMAK Penabur Gading Serpong.
Prestasi ini memicu kebanggaan besar bagi sekolah dan menjadi bukti bahwa siswa TIRTAMARTA mampu bersaing di forum diplomasi tingkat pelajar.
Langkah Pertama: Antara Gugup, Penasaran, dan Tekad Baru
Darren mengaku merasakan “senang, semangat, dan penasaran” saat terpilih. Sementara itu, Vianka merasa gugup karena ini adalah MUN pertamanya, namun tetap melihat kesempatan besar yang menantinya.

Kedua remaja ini menggambarkan perasaan yang sangat umum pada usia SMA: ingin berkembang, ingin mencoba hal baru, namun juga takut salah langkah. Namun, keberanian untuk melangkah adalah awal dari pertumbuhan.
Penelitian menunjukkan bahwa memberikan remaja ruang untuk mengambil tantangan baru merupakan cara efektif membangun self-efficacy, atau keyakinan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan hidup (Bandura, 1997, Self-Efficacy Theory).
Baca juga: THE VICTOR’S LIGHT, Juara 1 Project Svara Impact 2025
Persiapan: Riset Mendalam, Sinergi, dan Kerja Sama
Keduanya mewakili Amerika Serikat dalam komite yang mereka ikuti. Mereka melakukan riset mendalam mengenai topik dan posisi negara tersebut.
Vianka bahkan menyebut bahwa Darren membimbingnya dari menyiapkan position paper sampai memahami aturan debat. Ini menunjukkan pentingnya peer support, yang menurut penelitian mampu meningkatkan kemampuan problem solving dan daya tahan mental siswa (Wentzel, 2016).
Baca juga: THE VICTOR’S LIGHT, Juara 2 Project Svara Impact 2025

Hari Perlombaan: Leadership Bukan Hanya Bicara, Tetapi Mendengarkan
Tantangan muncul ketika mereka harus menentukan giliran bicara, memimpin blok, dan menggabungkan solusi dengan negara lain. Darren belajar bahwa solusi tidak bisa datang dari satu orang. Sementara itu, Vianka menemukan bahwa kepemimpinan juga tentang mendengarkan dan mencari titik temu.
Penelitian global tentang pendidikan diplomasi menyebutkan bahwa MUN membantu remaja menguasai keterampilan abad 21: komunikasi, empati, dan negosiasi (Hanania, 2022, Journal of Global Education).
Baca juga: Dewa: Cahaya Kecil yang Mengubah Banyak Hal
Momen Berharga: Berani Bicara dan Berani Tumbuh
Ms. Cindy, guru pendamping, menilai keberanian berkomunikasi dalam bahasa Inggris, kemampuan analisis, serta leadership keduanya meningkat drastis.
Ia menyebut momen paling berkesan: saat mereka akhirnya berani menyampaikan argumen di forum internasional mini tersebut.
Menurut studi di PLOS One (2024), aktivitas berbasis komunikasi publik meningkatkan kepercayaan diri siswa dan memperkuat kesehatan psikologis mereka.

Honorable Mention: Titik Awal, Bukan Titik Akhir
Bagi Darren, penghargaan ini menjadi penyemangat. Bagi Vianka, penghargaan ini menghapus keraguannya untuk ikut MUN lagi.
Keduanya sepakat: ini adalah pijakan awal untuk masa depan yang lebih luas.
⭐ TIRTAMARTA: Tempat Siswa Belajar Menjadi Pemimpin Masa Depan
Jika Anda mencari sekolah yang:
✔ memberi ruang bagi siswa untuk berkembang,
✔ melatih keberanian bicara dan critical thinking,
✔ mendukung pembinaan minat akademik berbasis global,
✔ memiliki guru pembimbing yang aktif dan hangat,
maka SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR adalah pilihan yang tepat.

🚀 Pendaftaran Siswa Baru 2026/2027 Telah Dibuka
📍 Pondok Indah & Cinere
📲 WhatsApp Admin PSB: tirtamarta.sch.id/linkhub
Beri anak Anda tempat yang tepat untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2026 / 2027
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
Toddler, TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok






