Belajar Menghargai Sejak Dini: SDK TIRTAMARTA BPK PENABUR Tegaskan Komitmen Sekolah Aman dan Berkarakter
Bullying tidak selalu meninggalkan luka fisik. Namun, dampaknya bisa jauh lebih dalam—menyentuh emosi, kepercayaan diri, bahkan kesehatan mental anak. Menyadari tantangan ini, SDK TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah menyelenggarakan Seminar Anti-Bullying dalam rangka Character Day, melibatkan guru dan seluruh siswa kelas I–VI.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga kontekstual dan relevan dengan dunia anak masa kini. Sekolah menghadirkan aparat kepolisian dari Polsek Kali Deres serta tim Cyber Crime dari Polda Metro Jaya untuk memberikan pemahaman nyata tentang konsekuensi bullying—baik di dunia nyata maupun digital.
Menurut IPDA Erwina Anggitasari, S.H., cyberbullying pada anak usia sekolah dasar paling sering muncul dalam bentuk ejekan, hinaan, hingga provokasi di ruang digital. Game online, media sosial, dan grup pesan menjadi arena baru yang kerap luput dari pengawasan orang dewasa. Karena itu, literasi digital sejak dini menjadi kunci pencegahan.

Lebih jauh, siswa diajak memahami etika berkomunikasi di dunia maya, pentingnya menjaga privasi, serta keberanian untuk melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Pendekatan ini sejalan dengan riset psikologi perkembangan anak yang menekankan bahwa empati dan kesadaran sosial perlu dilatih sejak usia sekolah dasar agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional.
Dari sisi sekolah, dampak kegiatan ini tidak berhenti pada satu hari seminar. Ms. Naomi, Guru Bimbingan Konseling SDK TIRTAMARTA, menjelaskan bahwa guru-guru akan melakukan observasi dan pendampingan berkelanjutan. Tujuannya jelas: mencegah bullying dan membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Suara siswa pun mencerminkan keberhasilan pesan ini. Ruby, siswi kelas VA, mengatakan bahwa jika melihat temannya dibully, ia akan berani menegur dan mengajak korban untuk percaya kepada orang dewasa. Kesadaran bahwa bullying bisa melukai perasaan bahkan menyebabkan depresi menunjukkan empati yang tumbuh nyata.
Sementara itu, Pak Barto, Koordinator Character Day, menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian bukan untuk menakuti, melainkan membekali. Sekolah ingin menanamkan disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta etika digital agar siswa siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas.
Baca juga: Dewa: Cahaya Kecil yang Mengubah Banyak Hal
Melalui pendekatan ini, SDK TIRTAMARTA BPK PENABUR menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga serius membentuk karakter. Bagi orang tua yang mencari lingkungan belajar aman, peduli, dan relevan dengan tantangan zaman, TIRTAMARTA adalah tempat anak bertumbuh secara utuh—hati, pikiran, dan perilaku.

Pendaftaran Siswa Baru 2026/2027 Telah Dibuka
Pondok Indah & Cinere
WhatsApp Admin PSB: tirtamarta.sch.id/linkhub
Beri anak Anda tempat yang tepat untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2026 / 2027
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
Toddler, TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok







