
(Rabu, 30 September 2026)
Bacaan Alkitab (TB2): Roma 14:19-23
“Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.”
(TB2, Roma 14:19)
Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat sering menjadi penyebab munculnya pertengkaran, baik di keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun dalam persekutuan. Ketika ada kegiatan yang akan diselenggarakan bersama, panitia konsumsi bisa saja saling berselisih hanya soal makanan manis atau pedas. Atau divisi dekorasi yang berselisih karena menginginkan tampilan modern dan glamor, sedang yang lain menginginkan yang vintage dan sederhana. Perselisihan dan pertengkaran terjadi ketika seseorang ingin memaksakan kehendaknya sendiri daripada mencoba untuk memahami orang lain.
Rasul Paulus menuliskan surat kepada jemaat di Roma yang menghadapi perbedaan pendapat mengenai makanan. Sebagian orang memiliki keyakinan dan kebiasaan yang berbeda, sehingga perbedaan tersebut berpotensi menimbulkan pertengkaran dan saling menghakimi. Paulus mengingatkan bahwa kehidupan sebagai pengikut Kristus tidak boleh dibangun di atas sikap saling merendahkan. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk mengejar damai sejahtera dan melakukan sesuatu yang membangun sesamanya. Damai yang dimaksud bukan sekadar tidak bertengkar, tetapi kesediaan menjaga hubungan agar tetap baik dan saling menguatkan. Kebebasan pribadi juga perlu digunakan dengan mempertimbangkan keadaan dan pertumbuhan iman orang lain. Dengan demikian, perbedaan tidak menjadi alasan untuk memutuskan persaudaraan.
Karena itu, marilah kita belajar menjadi pribadi yang membawa damai di mana pun berada. Berusahalah untuk memahami orang lain sebelum memberikan tanggapan. Ketika berbeda pendapat, pilihlah kata-kata yang membangun dan bukan yang menjatuhkan. Di keluarga, sekolah, pekerjaan, dan gereja, jadilah orang yang membantu menciptakan suasana penuh kasih. Ingatlah bahwa hidup harmonis tidak selalu berarti menang dalam perdebatan, tetapi mampu menjaga kasih di tengah perbedaan. Kiranya melalui hidup kita, orang lain merasakan bahwa Kristus hadir membawa damai dan membangun kehidupan dalam kebersamaan. –mb
POKOK DOA
Tuhan, ajarlah kami hidup dalam damai dengan semua orang. Berikan kami hati yang sabar untuk memahami perbedaan, mulut yang bijaksana dalam berbicara, dan tangan yang mau menolong serta membangun sesama. Tolong kami agar tidak mudah menghakimi, melainkan menjadi pembawa damai dan kasih di mana pun kami berada. Amin.





