
(Kamis, 1 Oktober 2026)
Bacaan Alkitab (TB2):
Ulangan 22:6-7
“Setidak-tidaknya induk itu harus kaulepaskan, tetapi anak-anaknya boleh kauambil. Maksudnya supaya baik keadaanmu dan hidupmu lama.”
(TB2, Ulangan 22:7)
Di tengah kehidupan modern, manusia sering mengambil manfaat dari alam tanpa memikirkan akibatnya bagi makhluk hidup lain. Hutan ditebang dan dibakar, sungai tercemar, dan habitat berbagai hewan semakin berkurang ketika manusia hanya mengejar kepentingannya sendiri. Mereka lupa bahwa kerusakan alam yang ditimbulkan juga akan berpengaruh terhadap seluruh ekosistem kehidupan. Cuaca menjadi tidak menentu, sampah di mana-mana. Banjir, kekeringan dan bencana alam menjadi sering terjadi imbas kerakusan manusia. Bahkan manusia juga tidak peduli, dengan mudah membuang-buang makanan padahal itu semua telah diambil dari alam.
Ulangan 22:7 mengingatkan akan ketentuan yang Allah berikan kepada umat-Nya. Aturan ini menunjukkan bahwa perhatian Allah tidak hanya menyangkut hubungan manusia dengan sesamanya, tetapi juga cara manusia memperlakukan makhluk hidup. Bangsa Israel diajarkan untuk mengambil apa yang diperlukan tanpa memusnahkan seluruh kehidupan yang ada. Induk burung harus dilepaskan sehingga tetap dapat hidup dan berkembang biak. Ketentuan ini mengajarkan adanya batas dalam mengambil manfaat dari ciptaan Allah. Manusia memang diberi tanggung jawab untuk mengelola bumi, tetapi tanggung jawab tersebut bukan izin untuk mengeksploitasi sesuka hati. Dengan menjaga keberlangsungan makhluk hidup, manusia turut menjaga keseimbangan kehidupan yang Allah ciptakan.
Allah mengingatkan kita, untuk peduli dan merawat alam semesta yang telah dianugerahkan-Nya. Alam bukan sekadar sumber kebutuhan manusia, tetapi juga bagian dari karya Allah yang harus dijaga. Ketika manusia belajar menghargai kehidupan di sekitarnya, ia sedang belajar menjalankan tanggung jawab yang Allah percayakan. Demikianlah kita menghormati Sang Pencipta dan memikirkan kehidupan generasi berikutnya. Marilah kita menjadi manusia yang tidak hanya mengambil dari alam, tetapi juga menjaga, merawat, dan melestarikannya. –mb
POKOK DOA
Tuhan, terima kasih atas seluruh ciptaan-Mu yang indah dan berharga. Ajarlah kami untuk menghargai setiap makhluk hidup dan mengelola alam semesta dengan bijaksana. Berikan kami hati yang peduli serta kemauan untuk menjaga lingkungan dalam tindakan sehari-hari. Tolong kami menjadi teladan dalam merawat ciptaan-Mu bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Amin.





