DOA DAN USAHA

a6f5f60e ff4c 492c 9bc2 93843252fab1

(Selasa, 6 Oktober 2026)

Bacaan Alkitab (TB2):
Lukas 18:1-8

“Aku berkata kepadamu: Ia akan segera memberi keadilan kepada mereka. Tetapi, ketika Anak Manusia itu datang, apakah Ia akan mendapati iman di bumi?”
(TB2, Lukas 18:8)

Bergabung ke Sekolah Sepak Bola (SSB) paling terkenal se-Jakarta merupakan impian Marlo sejak lama. Ia sudah beberapa kali mengikuti seleksi tetapi selalu gagal. Sempat muncul keinginan ingin menyerah dan berhenti mencoba, apalagi ketika ia tahu ada ketidakadilan dalam proses seleksi. Di saat seperti itu ayahnya berkata, “Kamu belum gagal. Teruslah mencoba dan tetaplah berdoa. Percayalah kepada Tuhan dan dirimu sendiri.” Usaha dan doa yang tidak pernah putus dari Marlo akhirnya terbayar dengan keberhasilannya lolos seleksi dan menembus tim utama. Ketekunan bukan hanya tentang terus mencoba, tetapi juga tentang tetap percaya kepada Allah dalam proses menunggu jawaban.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang janda yang terus meminta keadilan kepada seorang hakim. Walaupun hakim itu tidak takut kepada Allah dan tidak menghormati manusia, akhirnya ia mengabulkan permintaan janda tersebut karena kegigihannya. Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajarkan agar kita selalu berdoa dan tidak menyerah. Ketekunan dalam doa menunjukkan bahwa kita sungguh percaya kepada Allah dan menyerahkan kebutuhan kita kepada-Nya. Namun, tekun berdoa bukan berarti memaksa Allah memberikan apa yang kita inginkan sesuai waktu kita. Kita dapat membawa pergumulan apa pun kepada Allah dalam doa. Ia pasti mendengar, tetapi kita perlu bersabar menunggu jawaban setiap doa sembari tetap tekun mengusahakan yang terbaik. Dengan demikian, doa dan usaha berjalan bersama sebagai wujud iman dan karakter yang bertanggung jawab.

Jangan berhenti berdoa hanya karena kita belum mendapat jawaban. Bawalah setiap pergumulan kita kepada Allah dalam doa dengan penuh kesungguhan dan ketekunan. Kerjakan tugas kita dengan disiplin, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah. Ketika kita gagal, mari mengevaluasi diri, belajar dari kesalahan, dan tetap memohon pertolongan Allah. Percayalah bahwa Allah mendengar setiap doa kita dan mengetahui yang terbaik untuk kita. Kiranya ketekunan dalam doa membentuk kita menjadi pribadi yang sabar, setia, tangguh, dan terus mengandalkan Allah. –ak

POKOK DOA 

Ya Allah, ajari kami untuk tekun memohon segala sesuatu kepada-Mu dalam doa sambil tetap percaya bahwa Engkau pasti memberikan yang terbaik untuk kami tepat pada waktu-Mu. Dalam Kristus, kami berdoa. Amin.

Hanya Hari Ini! GRATIS!

Dapatkan Informasi List Uang Sekolah (SPP)

Tahun Pelajaran 2027 / 2028 
Dapatkan pemberitahuan tentang artikel baru.