TIRTAMARTA.SCH.ID – Dunia kecantikan tidak hanya terbatas pada sentuhan kuas dan warna, tetapi juga melibatkan kreativitas, teknik, dan dedikasi yang tinggi.
Claudya Christiani Purba, lulusan Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur, Pondok Indah, Jakarta Selatan, telah menjelajahi berbagai pengalaman dalam dunia makeup artistry. Dari bekerja dengan selebriti seperti Vidi Aldiano hingga menjadi makeup artist untuk Laura Basuki di event Chanel Fashion Manifesto Exhibition di Shanghai, juga berkesempatan bertemu Tilda Swinton, pemeran White Wich di film Narnia, Claudya telah menunjukkan prestasinya di ranah internasional. Tidak hanya di kota besar Indonesia, tetapi juga di luar negeri, ia menghadapi tantangan berbeda—mulai dari menyesuaikan dengan budaya lokal hingga mengatur waktu dan peralatan di lokasi-lokasi yang sering berubah.
Bagi Claudya, setiap pekerjaan adalah tantangan yang mengharuskan penyesuaian dengan situasi dan kebutuhan acara. Pengalaman bekerja untuk brand besar seperti Somethinc, Uniqlo, Edward Hutabarat, serta kolaborasi di banyak fashion shows dan photoshoot internasional, menuntutnya untuk tidak hanya memiliki skill makeup yang sempurna, tetapi juga leadership dan teamwork yang baik. “Dalam bekerja, kita harus bisa membayangkan visual event, siapa yang hadir, dan bagaimana hasil akhir makeup akan terlihat di kamera. Hal ini sangat berpengaruh ketika hasil karya kita akan dilihat di media sosial atau majalah besar,” ujar Claudya.

Nilai-nilai yang ia dapatkan di sekolah TIRTAMARTA Penabur sangat memengaruhi cara ia bekerja hingga saat ini. Ia menekankan pentingnya punctuality, public speaking yang baik, serta attitude yang profesional. “Di industri kreatif, karya yang bagus memang penting, tetapi tanpa attitude yang baik, akan sulit bertahan. Hal ini sangat saya rasakan dari didikan sekolah yang menanamkan disiplin dan sopan santun,” tambahnya. Tidak hanya itu, Claudya juga belajar tentang manajemen waktu sejak di sekolah, yang menurutnya sangat membantu ketika ia harus menangani beberapa klien dalam sehari.
Bagi adik-adik yang tertarik pada dunia kreatif, Claudya memberi pesan: jangan takut untuk memulai. “Teknologi dan media sosial sekarang sangat mendukung karier di bidang kreatif, terutama dalam industri kecantikan. Instagram, TikTok, dan berbagai platform lainnya bisa menjadi media promosi dan tempat untuk menampilkan portfolio kita.” Menurut Claudya, perkembangan teknologi telah membuka banyak peluang baru bagi anak-anak muda untuk berkembang dan menunjukkan bakat mereka.

Meski sibuk dengan karier, Claudya tetap berkomitmen untuk tidak mengambil job pada hari Minggu demi pelayanan di gereja. Nilai-nilai yang ia dapatkan dari Tirtamarta, seperti pentingnya memberi waktu untuk Tuhan dan komunitas, masih ia pegang hingga saat ini. “Dari kecil, saya belajar bahwa apapun yang kita lakukan untuk Tuhan tidak akan sia-sia. Meski menolak job di hari Minggu, Tuhan selalu memberikan jalan di hari-hari lain dengan pekerjaan yang tidak kalah baik,” katanya.
Untuk para orang tua calon siswa, Claudya menegaskan bahwa Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur bukan hanya sekolah yang menekankan pendidikan akademis, tetapi juga karakter dan nilai-nilai yang sangat berguna di dunia kerja. “Banyak alumni yang saya temui di pekerjaan, dan hubungan baik yang sudah terbina sejak sekolah terus berlanjut. Nilai-nilai yang ditanamkan selama di Tirtamarta, seperti disiplin, teamwork, dan kepedulian terhadap sesama, sangat berperan besar dalam perjalanan karier saya,” ungkapnya.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2025 / 2026
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok
Dengan Pendidikan Karakter Kristiani Tirtamarta (PK2T ACTS)





