TIRTAMARTA.SCH.ID – Saat dunia semakin maju, kebutuhan akan generasi muda yang berkarakter dan bijak menggunakan teknologi menjadi semakin penting. Gilbert Christian Kristamulyana, alumnus TIRTAMARTA Penabur dan calon pendeta di GKI Gunung Sahari, berbagi pandangannya tentang peran pendidikan Kristen dalam membentuk generasi pemimpin yang berintegritas. Gilbert menekankan pentingnya pendidikan karakter dan integritas sebagai landasan kuat bagi generasi muda yang akan mengisi peran penting di masa depan. Melalui wawancara ini, kita akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai Kristen dapat tetap relevan di tengah kemajuan teknologi, terutama dalam menghadapi perkembangan AI.

Di tengah gempuran teknologi, kita semakin membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki integritas tinggi dan bijak dalam memanfaatkan kemajuan. Gilbert Christian, yang meniti pendidikan sejak dini di Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur, meyakini bahwa karakter berintegritas tak lekang oleh waktu, bahkan di era digital ini. Berangkat dari pengalaman yang ia jalani sebagai calon pendeta, Gilbert membagikan pandangan tentang pentingnya pendidikan berbasis karakter Kristen yang ia pelajari sejak di bangku sekolah. Artikel ini akan membawa kita memahami lebih dalam peran sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur dalam membentuk generasi pemimpin masa depan.
Pentingnya Pendidikan Karakter di Masa Pemilihan Pemimpin Daerah
“Karakter adalah dasar kehidupan,” ujar Gilbert. Baginya, karakter bukan hanya soal sikap, tetapi cerminan dari prinsip hidup yang kokoh, sebagaimana dicontohkan oleh Yesus. Ia meyakini bahwa karakter dan integritas menjadi ukuran penting dalam menentukan apakah seseorang layak menjadi pemimpin. Menjelang pemilihan pemimpin daerah, nilai-nilai ini semakin relevan bagi generasi muda untuk memahami apa arti kepemimpinan yang baik. Menurutnya, “pendidikan harus membawa generasi ke depan menjadi lebih baik.” Di sini, TIRTAMARTA Penabur sebagai sekolah Kristen memiliki peran signifikan dalam menanamkan karakter yang akan dibawa siswa ke masa depan.

Mengharmoniskan Nilai Kristen dengan Teknologi di Era AI
Teknologi, khususnya AI, bisa dilihat sebagai kawan sekaligus tantangan. “Alangkah baiknya jika AI menjadi sahabat, bukan penghambat nilai-nilai kemanusiaan,” kata Gilbert. Ia percaya generasi muda perlu memahami batasan etis dan moral, agar teknologi yang ada tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga membangun nilai-nilai manusiawi. Sekolah Kristen seperti TIRTAMARTA Penabur memiliki tanggung jawab dalam mengajarkan etika penggunaan teknologi yang didasari pada ajaran iman.

Peran Sekolah Kristen dalam Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Cerdas dan Berkarakter
Menurut Gilbert, sekolah Kristen berperan penting dalam dua aspek— intelektualitas dan moralitas. Ia mendorong TIRTAMARTA Penabur untuk memanfaatkan AI sebagai sarana pembelajaran, tetapi tetap menekankan ajaran Firman Tuhan agar siswa memiliki panduan moral yang kokoh. “Sekolah harus mampu menunjukkan bahwa Alkitab selalu relevan,” tambahnya. Pendekatan ini memastikan siswa tak hanya cerdas secara akademis tetapi juga matang dalam iman dan karakter.
Kolaborasi Manusia dan AI dalam Pembelajaran Nilai Kehidupan
Gilbert percaya AI bisa membantu dalam pelayanan dan pendidikan, selama bukan menjadi satu-satunya sumber referensi. “Pikiran manusia tidak boleh mundur di era AI,” katanya. Baginya, Tuhan telah memberikan manusia akal budi yang perlu digunakan dengan bijak. AI mungkin bisa membantu menjawab banyak pertanyaan, namun hati tetap diperlukan untuk menjaga nilai kemanusiaan. Melalui TIRTAMARTA Penabur, siswa dapat dilatih untuk memanfaatkan AI dengan bijak sambil tetap mengedepankan karakter Kristus.

Pesan untuk Hari Guru: Membangun Generasi dengan Karakter Kristus
Menyambut Hari Guru pada 25 November, Gilbert mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para guru TIRTAMARTA yang telah berperan penting dalam membentuk karakternya. “Para guru tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing dalam iman,” kenangnya. Ia berharap para guru tetap menjalankan misi membentuk generasi yang beriman dan berkarakter, generasi yang siap menghadapi masa depan dengan nilai-nilai Kristen. “Kiranya Tuhan memberkati setiap usaha dan pelayanan para guru,” pesan penutup Gilbert dengan penuh harapan.
Artikel ini merangkum pentingnya pendidikan berbasis karakter Kristen dalam menghadapi era teknologi yang semakin maju. Melalui kisah inspiratif Gilbert Christian, TIRTAMARTA Penabur menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membekali siswa dengan nilai-nilai kehidupan. Ini adalah bentuk kesiapan sekolah Kristen dalam mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2025 / 2026
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok
Dengan Pendidikan Karakter Kristiani Tirtamarta (PK2T ACTS)





