Identitas Indonesia Dinilai Mulai Melemah, Bagaimana Tanggapan PENABURians?

posted in: SmpPi | 0
               Identitas Negara

Jika kita menuliskan kata kunci “identitas Indonesia” pada web browser, hasil pencarian pasti akan menunjukkan tentang bendera, lambang negara, dasar negara dan masih banyak hal lain lagi yang bersifat umum. 

Namun, ada satu hal yang seringkali kita pandang sebelah mata ketika membahas mengenai identitas negara, yakni budaya. Misalkan ketika kita berada di luar negeri, kita kan merasakan adanya perbedaan budaya dengan Indonesia. Kutipan dari salah satu artikel Universitas BINUS mengatakan, “Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dengan suatu ciri khas yang menjadikannya berbeda dengan bangsa lain”, yang semakin membuktikan argumen kami.

Menurut kami, identitas Indonesia mulai melemah. Dari beberapa sumber, bisa kami simpulkan bahwa banyak juga orang yang memiliki pemikiran yang sama; Indonesia mengalami krisis identitas. Apakah upaya yang dilakukan PENABURians untuk meredam opini ini?

              dokumentasi sekolah Tirtamarta

Salah satu bentuk upaya PENABUR dalam melestarikan budaya Indonesia yakni dengan mengajak guru dan siswa menggunakan baju adat setiap perayaan acara besar, seperti Sumpah Pemuda, Hari Kartini, Perayaan Bulan Bahasa, atau dalam Fashion Show. Di TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah sendiri, kami juga memiliki program yang relatif spesial. SMPK TIRTAMARTA Pondok Indah yang memiliki program guru, karyawan, dan seluruh siswa menggunakan baju adat betawi setiap bulan. Menurut kami, hal ini membantu memperkuat identitas Indonesia sebagai negara yang memiliki budaya beraneka-ragam.

Selain membahas tentang pakaian adat, kira-kira apakah kalian tau apa brand baju dan sepatu yang kalian pakai? Di video wawancara singkat berikut, kami bertanya kepada beberapa siswi mengenai hal tersebut. 

Terlihat jelas, masih ada siswa-siswi SMPK Tirtamarta yang tidak mengetahui mengenai brand-brand dari Indonesia. Warga negaranya sendiri saja tidak tahu-menau mengenai hal tersebut, bagaimana mungkin orang-orang asing bisa tahu tentangnya?

Budaya Indonesia juga lama kelamaan mulai berkiblat ke budaya barat. Crop top, baju tanpa lengan, bahasa yang campur-aduk, rambut yang warna-warni, dan hal-hal lainnya. Indonesia sebenarnya memiliki banyak budaya yang mengagumkan. Batik, angklung, Tari Pendet, dan seterusnya. Tetapi sekarang, semua kebudayaan indah tersebut dianggap sebagai suatu hal yang kuno, ketinggalan zaman. Padahal, kita bisa tetap mengikuti perkembangan zaman sambil tetap melestarikan budaya lokal kita. 

Salah satu contoh mengikuti perkembangan zaman sambil tetap melestarikan budaya adalah dengan musik. Musik adalah cara seseorang berekspresi, menyampaikan isi hatinya dengan melantunkan irama yang memanjakan telinga. Irama lagu bisa saja mengikuti apa yang sedang ‘trending’, dengan tetap menjaga budaya kita; bahasa Indonesia. Indonesia memiliki musisi-musisi yang spektakuler. HIVI!, Nadin Amizah, Tulus, Mahalini, Agnez Mo, dan banyak lagi. Musik Indonesia bisa saja mendunia! Tapi, apakah remaja PENABURians mau mendengarkan musik lokal, ataukah mereka lebih memilih musik luar? Mari kita simak infografis berikut!

Ada beberapa PENABURians yang memilih musik lokal di infografis tersebut, ada yang memilih musik luar negeri. Tanpa berpikir pun terlihat, lebih banyak orang yang memilih musik luar negeri. Tetapi selera orang memang berbeda-beda. Ini bisa menjadi motivasi bagi musisi-musisi lokal untuk lebih berjuang lagi dalam berkarya demi bangsa. 

Hal-hal ini adalah budaya khas masyarakat Indonesia, yang menjadikan dan memperkuat identitas bangsa. Baik dengan pakaian yang kita kenakan ataupun lagu yang kita dengarkan, sebagai sesama warga negara, melestarikan budaya lokal akan berdampak pada masa depan negara kita tercinta. PENABURians, sekolah kita sudah mengadakan berbagai acara untuk terus melestarikan budaya bangsa. Mari kita tidak hanya mengikuti, tetapi dengan benar-benar mengamalkan nilai dibalik setiap kegiatan. Walau budaya lokal Indonesia tidak bisa diliputi hanya dalam aspek busana dan lagu, kita bisa mulai dari hal-hal itu.

Tidak hanya PENABURians, kalian semua yang membaca artikel ini harus ikut melestarikan budaya juga. Kita semua ingin Indonesia dikenal dan dikagumi kan? Mari kita mulai dari melestarikan hal-hal kecil, sehingga perlahan-lahan bisa membangun identitas bangsa yang kuat dan kokoh. Berjanjilah kepada diri kita masing-masing, untuk menjadikan Indonesia yang terbaik!

Penulis:

  1. Isabella Jioviene Nirvasita
  2. Sandrina Emily Damanik

SUMBER: