Ketika seorang remaja menemukan panggung yang tepat, sesuatu di dalam dirinya bertumbuh: kepercayaan diri, keberanian, dan arah masa depan. Itulah yang dialami Gitta, siswi SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR, yang meraih Juara 2 Solo Vokal Gonzaga Festival 2025. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan lomba; prestasi ini menjadi perjalanan kedewasaan.
Bangga Membawa Nama Sekolah
Saat terpilih sebagai wakil sekolah, Gitta langsung merasakan ledakan emosi positif.
“Bangga karena bisa membawa nama TM lebih dikenal sekolah-sekolah lainnya,” ujarnya.
Perasaan itu menandai langkah awal: ia tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai representasi budaya sekolah yang mendukung talenta.

Proses Latihan: Konsistensi, Teknik, dan Dukungan Emosional
Gitta menyiapkan diri dengan metode yang matang. Ia mendengarkan lagu berulang-ulang, memecah lirik, mencari improvisasi, dan melatih kestabilan vokal untuk bagian klimaks.
Saat tantangan muncul, ia tidak menutup diri.
“Kalau terasa berat, aku minta dukungan orang tua supaya nggak putus asa,” katanya.
Di usia remaja, dukungan emosional seperti ini sangat penting. Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mendapat dukungan lingkungan terstruktur memiliki tingkat ketahanan mental dan motivasi lebih tinggi (Wentzel, 2016; Journal of Educational Psychology).
Kenapa “Never Enough”?
Gitta memilih lagu itu karena ruang ekspresi vokal dan emosinya luas.
“Aku ngerasa bisa nyampein pesan lagunya dengan caraku sendiri,” jelasnya.
Pilihan ini memperlihatkan kematangan musikalnya: ia memilih lagu yang menuntut teknik sekaligus kekuatan cerita.
Ritual Pra-Tampil: Teknik & Spiritualitas
Sebelum naik panggung, ia minum air hangat, melakukan lip trill, dan menenangkan diri lewat doa.
“Doa bikin aku lebih yakin dan nurunin rasa ragu,” katanya.
Musik dan spiritualitas sering berjalan beriringan. Studi PLOS One (2024) menunjukkan bahwa pendidikan musik membantu kesejahteraan psikologis remaja, termasuk kemampuan mengelola kecemasan.

Momen Panggung: Tempat Talenta Bertemu Identitas
Saat tampil, Gitta merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan.
“Aku ngerasa nyatu sama musik dan audiens. Seolah Tuhan ingetin kenapa aku mulai,” ungkapnya.
Ketika namanya diumumkan sebagai Juara 2, ia melihat itu sebagai validasi kerja keras sekaligus langkah awal perjalanan musiknya.
Mengapa Kisah Ini Penting bagi Orang Tua dan Remaja?
Kisah Gitta selaras dengan banyak penelitian dunia. Seni dan musik terbukti:
meningkatkan self-esteem remaja,
memperkuat daya tahan emosi,
memberi rasa memiliki (school belonging),
dan membantu siswa menemukan identitas.
Sebuah tinjauan global menegaskan bahwa pendidikan musik berhubungan dengan perkembangan rasa percaya diri dan kemampuan akademik yang lebih baik (Frontiers in Psychology, 2021).
Artinya: ketika sekolah memberi ruang aman untuk berekspresi, anak belajar mengenali dirinya.
Di SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR, kesempatan itu hadir melalui festival, pembinaan minat bakat, dan dukungan guru yang memahami psikologi remaja.
TIRTAMARTA: Tempat Talenta Menemukan Panggung & Arah Masa Depan
Jika Anda mencari sekolah yang:
✔ memberi anak ruang untuk berkembang,
✔ mendukung minat seni, akademik, dan spiritual,
✔ memberi panggung untuk mengekspresikan bakat,
✔ serta memahami dinamika psikologi remaja,
SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR adalah pilihan tepat.
Pendaftaran Siswa Baru 2026/2027 SUDAH DIBUKA
📍 Pondok Indah & Cinere
📲 WhatsApp PSB semua jenjang: tirtamarta.sch.id/linkhub
Daftarkan anak Anda hari ini.
Beri mereka panggung untuk menemukan diri, suara, dan masa depan mereka.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2026 / 2027
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok






