
(Jumat, 23 Oktober 2026)
Bacaan Alkitab (TB2):
Efesus 5:11-17
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang bijak, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
(TB2, Efesus 5:15-17)
Rino dan empat temannya sedang memeriksa tugas presentasi kelompok yang harus dikumpulkan keesokan harinya. Ketika memeriksa pembagian tugas, mereka mendapati bagian Gino belum selesai, sehingga tiga teman mulai berasumsi dan melontarkan ejekan. Rino ikut kesal karena keterlambatan itu menghambat pekerjaan kelompok, tetapi ia memilih tidak mengejek Gino. Ia menghubungi Gino langsung untuk menanyakan kesulitannya, lalu Gino menjelaskan bahwa ia harus menjaga ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit. Setelah Gino mengirimkan bagian tugasnya, Rino membantu melengkapi kekurangan agar kelompok mereka dapat menyelesaikan presentasi tepat waktu.
Melalui nasihatnya, Paulus mengingatkan jemaat Efesus agar memperhatikan cara hidup dan memilih jalan kebijaksanaan. Memperhatikan dengan saksama berarti menilai sikap dan tindakan secara cermat, bukan tergesa-gesa mengikuti keinginan atau tekanan lingkungan. Orang bijak bukan sekadar memiliki banyak pengetahuan, melainkan mampu menerapkan kebenaran sesuai kehendak Allah. Kebijaksanaan menolong kita mempertimbangkan tanggung jawab, akibat tindakan, dan kebaikan bersama sebelum mengambil keputusan. Ajakan menggunakan waktu dengan baik menegaskan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan kebaikan, terutama ketika menghadapi pilihan sulit. Dengan demikian, hidup bijak berarti menggunakan waktu dan kebebasan memilih secara bertanggung jawab untuk melakukan kehendak Allah serta menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Kisah Rino mengingatkan kita untuk tidak terburu-buru berasumsi tentang orang lain, melainkan mencari tahu keadaan sebenarnya sebelum mengambil keputusan. Ketika menghadapi tekanan, kita perlu mengendalikan emosi, menahan diri dari ejekan, dan mempertimbangkan dampak tindakan terhadap orang lain. Hidup bijak berarti menggunakan setiap kesempatan untuk melakukan kebaikan, termasuk mendengarkan kesulitan teman dan membantu mencari solusi bersama. Karena itu, biasakan berpikir sebelum bertindak, menyelesaikan tanggung jawab, serta menunjukkan kepedulian tanpa merendahkan siapa pun. Jadilah orang yang bijak, berani memilih kebenaran, dan menggunakan setiap kesempatan untuk membangun komunitas yang saling menghargai. –-ss
POKOK DOA
Ya Allah, ajarlah kami menjadi pribadi yang bijaksana dan mampu mengendalikan diri. Tolong kami memahami sesama, peduli, dan berani memilih kebaikan. Mampukan kami menggunakan setiap kesempatan untuk menjadi berkat. Dalam Kristus, kami berdoa. Amin.





