
(Senin, 26 Oktober 2026)
Bacaan Alkitab (TB2):
Yesaya 40:27-31
“Orang-orang muda menjadi letih lesu, taruna-taruna jatuh tersandung, tetapi orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: merupakan seumpama rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
(TB2, Yesaya 40:30-31)
Ada banyak hal dalam hidup ini yang dapat membuat kita merasa tidak cukup baik. Tekanan akademik, penilaian kinerja, dan kekhawatiran terhadap masa depan dapat membuat kita stres bahkan mengganggu kesehatan mental kita. Banyak orang merasa harus selalu berprestasi, terlihat bahagia di media sosial, dan memiliki rencana masa depan yang pasti. Ketika semua itu tidak berjalan semestinya, kita bisa kehilangan semangat, meragukan kemampuan diri, bahkan takut menjalani hari demi hari. Kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan akan terasa wajar, ketika kita mampu mengelolanya dengan baik. Karena itu, kita perlu belajar menemukan kekuatan yang bukan berasal dari diri kita sendiri.
Kita semua, tua dan muda, dapat menjadi lelah dan jatuh tersandung oleh rupa-rupa persoalan hidup. Ayat ini menunjukkan bahwa usia tidak membuat seseorang kebal terhadap kelemahan, kegagalan, dan tekanan hidup. Namun, firman hari ini memberi pengharapan bahwa mereka yang menanti-nantikan Allah akan mendapat kekuatan baru. Menanti-nantikan Allah bukan berarti hanya diam dan menunggu masalah selesai dengan sendirinya. Sebaliknya, kita tetap berusaha, belajar, berdoa, dan mengambil keputusan dengan bijaksana sambil percaya kepada penyertaan-Nya. Ketika menghadapi ujian dan tekanan, konflik pertemanan, atau kebingungan menentukan masa depan, datanglah kepada Allah untuk memohon hikmat dan kekuatan. Kita tidak harus mengetahui seluruh jalan di depan karena Allah sanggup menuntun kita selangkah demi selangkah. Dengan percaya kepada Allah, kita belajar bangkit setelah gagal dan tetap setia menjalani proses kehidupan.
Hai teman-teman dan rekan-rekan, jangan biarkan ketakutan terhadap masa depan merampas semangatmu hari ini. Gunakan hari ini untuk belajar dan bekerja dengan baik. Ketika lelah, beristirahatlah dan berdoalah, bukan menyerah pada keputusasaan. Jangan membandingkan perjalanan kita dengan orang lain karena setiap orang memiliki proses yang berbeda. Percayalah bahwa Allah menyertai perjuangan kita, bahkan ketika hasilnya belum sesuai harapan. Teruslah melangkah dengan iman, karena bersama Allah selalu ada kekuatan untuk menjalani hari ini. –ak
POKOK DOA
Ya Allah, terima kasih untuk kekuatan baru yang Engkau berikan kepada kami setiap hari. Mampukan kami untuk tekun dan bertanggung jawab dengan tugas kami hari ini sambil tetap percaya pada penyertaan-Mu. Dalam Kristus, kami berdoa. Amin.





