SMAK TIRTAMARTA Juara STRUKTURA UPH menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah. Dalam ajang FaST Festival cabang lomba STRUKTURA: Struktur Bangunan Unggul Tahan Gempa, yang digelar oleh Universitas Pelita Harapan Fakultas Sains & Teknologi, siswa SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah berhasil mengirimkan 2 tim dan meraih 2 prestasi sekaligus, yaitu Juara 1 dan Juara 3.
Prestasi ini memberi pesan yang kuat sejak awal: TIRTAMARTA tidak hanya mendampingi siswa untuk mengejar hasil lomba, tetapi juga membentuk cara berpikir, karakter, minat, dan kesiapan mereka menghadapi masa depan. Melalui proses merancang struktur tahan gempa, siswa belajar menghubungkan ilmu fisika, matematika, kreativitas, kerja sama, serta problem solving dalam pengalaman nyata.
Baca juga: Prestasi Siswa SMP TIRTAMARTA: 1 Kisah Juara Story Telling
Karena itu, kemenangan ini bukan hanya cerita tentang piala. Lebih dari itu, pencapaian ini menunjukkan bagaimana sekolah menjadi mitra orang tua dalam mendukung perkembangan anak agar bertumbuh sebagai pribadi yang taat, tanggung jawab, dan peduli.
Highlight Prestasi:
2 Tim SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah
Juara 1 dan Juara 3 STRUKTURA UPH FaST Festival
Cabang lomba: Struktur Bangunan Unggul Tahan Gempa
Nilai pembelajaran: STEM, kolaborasi, tanggung jawab, ketangguhan, dan berpikir kritis
Melalui pencapaian ini, SMAK TIRTAMARTA Juara STRUKTURA UPH bukan hanya menjadi headline prestasi, tetapi juga bukti proses pendidikan yang menolong siswa menemukan potensi terbaiknya.
Baca juga: 7 Alasan Komunitas Sekolah Kristen yang Hangat Membantu Anak Bertumbuh Lebih Baik
SMAK TIRTAMARTA Juara STRUKTURA UPH Lewat Proses Belajar Nyata
Dalam lomba STRUKTURA, peserta mendapat tantangan untuk merancang dan membangun struktur bangunan yang kuat, stabil, efisien, serta mampu menahan getaran seperti simulasi gempa. Oleh karena itu, siswa tidak cukup hanya membuat bentuk yang menarik. Mereka perlu berpikir teknis, menghitung kekuatan struktur, mengatur strategi bahan, membagi tugas, dan mengambil keputusan cepat.
Di sinilah siswa SMAK TIRTAMARTA menunjukkan kualitas proses belajarnya. Mereka tidak hanya menghafal teori di kelas, tetapi memakai ilmu untuk menjawab tantangan nyata. Selain itu, mereka juga belajar bahwa karya yang kuat lahir dari latihan, evaluasi, kegagalan, perbaikan, dan kerja sama yang konsisten.
Prestasi 2 tim dalam 1 lomba yang sama juga memperlihatkan bahwa pembinaan sekolah berjalan secara menyeluruh. Kemenangan ini bukan sekadar keberhasilan satu kelompok, melainkan gambaran ekosistem belajar yang mendorong banyak siswa untuk berani mencoba, berpikir kritis, dan bertumbuh.

Strategi Tim Juara 1: X-Bracing, V-Bracing, dan Fokus pada Detail
Tim Juara 1 berhasil menampilkan strategi teknis yang matang. Vincent menjelaskan bahwa timnya menggunakan X-bracing sebagai penguat utama karena pola ini efektif menyebarkan gaya lateral akibat gempa. Selain itu, tim juga memakai V-bracing pada sisi lain untuk menambah kestabilan struktur.
Namun, tim tidak hanya mengandalkan pola rangka. Mereka juga memperhatikan sambungan dengan sangat teliti agar setiap bagian terhubung kuat dan mampu menahan getaran. Dengan demikian, siswa belajar bahwa keberhasilan sebuah struktur sangat bergantung pada desain, ketelitian, dan kualitas eksekusi.
Jason juga menceritakan tantangan besar yang timnya hadapi. Pada awalnya, mereka belum benar-benar tahu bentuk bangunan seperti apa yang paling tepat. Namun, pengalaman membuat jembatan sebelumnya menolong mereka membaca pola struktur. Setelah itu, tantangan bertambah ketika aturan berubah pada hari lomba. Saat latihan, mereka menyiapkan rancangan dengan perkiraan 20 batang bahan. Akan tetapi, pada hari kompetisi, peserta hanya mendapat 10 batang. Waktu pengerjaan juga berubah dari 3 jam saat latihan menjadi 2 jam saat lomba.
Meskipun demikian, tim tetap fokus. Mereka menyesuaikan strategi, berpikir cepat, dan menjaga komunikasi. Dari proses ini, siswa belajar bahwa rencana yang baik tetap membutuhkan ketenangan saat situasi berubah.
Baca juga: 5 Masalah Anak Zaman Sekarang yang Sering Tidak Disadari Orang Tua
Nilai Tim Juara 1: Kerja Sama dan Berpikir Kritis
Justino menyampaikan bahwa nilai paling berkesan dari lomba ini adalah pentingnya kerja sama tim dan berpikir kritis. Setiap anggota membawa ide dan peran yang berbeda. Karena itu, tim perlu membangun komunikasi dan chemistry yang baik agar semua dapat bergerak menuju tujuan yang sama.
Selain itu, mereka juga belajar menganalisis kelemahan desain, menguji berbagai solusi, dan mengambil keputusan berdasarkan pengamatan serta prinsip teknik. Proses ini sangat penting karena melatih siswa untuk tidak mudah puas dengan jawaban pertama. Mereka belajar bertanya, mencoba, mengevaluasi, lalu memperbaiki.
Kemampuan seperti ini akan sangat berguna di masa depan. Di dunia kuliah, pekerjaan, maupun masyarakat global, siswa perlu mampu berpikir kritis, bekerja sama, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Baca juga: 7 Pertanyaan Memilih Sekolah Anak yang Paling Sering Dipikirkan Orang Tua
Tim Juara 3: Riset, Prototype, dan Kolaborasi Tanpa Saling Menyalahkan
Sementara itu, Tim Juara 3 juga menunjukkan perjalanan belajar yang kuat. Amaia menyampaikan bahwa bagian paling sulit adalah menemukan ide dan menentukan desain struktur yang paling efektif, kuat, dan efisien. Karena itu, tim melakukan proses riset yang panjang. Mereka merancang ulang sistem struktur berkali-kali, menguji beberapa prototype, lalu menyepakati desain akhir yang paling kuat dan efisien dalam menahan getaran.
Arga menambahkan bahwa timnya mengutamakan pembagian tugas yang jelas. Setiap anggota membawa ide desain masing-masing. Setelah itu, mereka berdiskusi, meminta arahan guru pendamping, lalu memilih desain yang paling mungkin dibuat dan paling efektif. Kemudian, mereka membagi tugas, mulai dari memotong stik kayu hingga menyusun rangka dinding depan, belakang, kanan, dan kiri.
Yang menarik, tim terus berdiskusi dan berinovasi selama proses pengerjaan. Bahkan, ketika ada kesalahan atau kegagalan, mereka tidak saling menyalahkan. Sebaliknya, mereka saling membantu dan mencari solusi bersama. Sikap ini menunjukkan karakter peduli dan tanggung jawab yang sangat penting dalam kehidupan nyata.
Ketika aturan berubah dan waktu menjadi lebih terbatas saat lomba, persiapan matang membuat tim mampu berpikir cepat. Mereka memahami tujuan setiap langkah, sehingga mereka dapat menyesuaikan strategi dengan lebih tenang.

Pelajaran Tim Juara 3: Perencanaan, Ketelitian, dan Problem Solving
Catherine menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti lomba merancang struktur bangunan tahan gempa mengajarkan pentingnya perencanaan yang matang, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah. Ia belajar bahwa bangunan yang kuat tidak hanya bergantung pada bahan, tetapi juga pada desain dan perhitungan yang tepat.
Selain itu, pengalaman ini melatih siswa untuk berpikir lebih kritis, teliti, dan kreatif. Mereka belajar menghadapi tantangan dengan kepala dingin dan mencari solusi bersama. Pelajaran ini akan sangat berguna di masa depan, baik saat mereka melanjutkan pendidikan, bekerja dalam tim, maupun mengambil peran di masyarakat.
Dengan demikian, SMAK TIRTAMARTA Juara STRUKTURA UPH menjadi bukti bahwa prestasi akademik dapat berjalan bersama pembentukan karakter.
Baca juga: 5 Kesalahan Memilih Sekolah Anak yang Sering Tidak Disadari Orang Tua
Pendampingan Guru: Menang Itu Baik, Bertumbuh Itu Utama
Bu Yanti, Guru pembimbing melihat perkembangan yang sangat nyata selama persiapan lomba. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi, dan komunikasi siswa berkembang secara signifikan. Siswa belajar menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi kekuatan dan kestabilan struktur bangunan, lalu menguji dan mengevaluasi desain berdasarkan hasil percobaan.
Selain itu, siswa juga menghubungkan konsep fisika dan matematika dengan aplikasi nyata. Mereka memakai konsep gaya, keseimbangan, pengukuran, pengumpulan data, analisis hasil uji, hingga teori Pythagoras dalam proses perancangan.
Dari sisi karakter, siswa menunjukkan tanggung jawab, pantang menyerah, dan ketangguhan yang semakin baik. Mereka belajar mendengarkan pendapat teman, menghargai proses, serta memahami bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Yang lebih penting, mereka bertumbuh menjadi pribadi yang mampu belajar dari tantangan.
Sekolah juga mendampingi siswa dengan menempatkan proses pembelajaran sebagai fokus utama. Guru berperan sebagai fasilitator yang menolong siswa menemukan ide, menguji alternatif solusi, membaca data, dan melakukan refleksi. Oleh karena itu, pengalaman lomba menjadi ruang belajar yang utuh, bukan sekadar ajang kompetisi.

Prestasi ini selaras dengan DNA TIRTAMARTA, yaitu taat, tanggung jawab, dan peduli.
Siswa belajar taat pada proses, aturan lomba, arahan pembimbing, dan prinsip kerja yang benar. Mereka tidak mencari jalan pintas. Sebaliknya, mereka belajar memahami masalah dan menyelesaikannya dengan cara yang jujur serta terarah.
Kemudian, siswa menunjukkan tanggung jawab melalui pembagian tugas, ketelitian kerja, dan komitmen terhadap hasil tim. Setiap anggota mengambil peran dan ikut menjaga kualitas karya. Sikap ini menyiapkan mereka menjadi pribadi yang dapat dipercaya di dunia kuliah dan pekerjaan.
Selain itu, siswa juga menunjukkan sikap peduli. Mereka saling mendengarkan, membantu, dan tidak saling menyalahkan saat menghadapi kesalahan. Dalam masyarakat lokal maupun global, karakter seperti ini sangat dibutuhkan karena dunia masa depan memerlukan pribadi yang mampu bekerja sama dengan empati.
Baca juga: Sehari Menjadi Siswa TIRTAMARTA: Belajar dan Bertumbuh dengan Nyaman
Profil PK2T: Tanggung Jawab dan Ketangguhan untuk Masa Depan
Dari pengalaman STRUKTURA UPH FaST Festival ini, dua profil Pendidikan Karakter Kristiani Tirtamarta atau PK2T yang paling terlihat adalah tanggung jawab dan ketangguhan.
Profil tanggung jawab tampak ketika siswa menjalankan peran masing-masing dengan serius. Mereka merancang, mengukur, menyusun, menguji, dan mengevaluasi hasil kerja secara aktif. Bekal ini penting untuk kehidupan kuliah dan pekerjaan karena siswa belajar menyelesaikan tugas dengan komitmen.
Sementara itu, profil ketangguhan terlihat ketika siswa menghadapi perubahan aturan, keterbatasan bahan, waktu yang lebih singkat, dan tekanan kompetisi. Mereka tidak menyerah. Sebaliknya, mereka beradaptasi, berdiskusi, dan mencari solusi.
Melalui pengalaman ini, siswa tidak hanya belajar menjadi pemenang lomba. Mereka belajar menjadi pribadi yang siap menghadapi perubahan, siap bekerja dalam tim, dan siap membawa dampak baik bagi sesama.
Baca Komik: DEWA: Fondasi Emosional untuk Siswa – Saat Hari Terasa Berat
Prestasi yang Menguatkan Kepercayaan Orang Tua
Bagi orang tua, prestasi ini memberi gambaran jelas bahwa TIRTAMARTA BPK PENABUR mendampingi anak secara utuh. Sekolah tidak hanya menolong siswa memahami pelajaran, tetapi juga melatih karakter, minat, kreativitas, dan kesiapan masa depan.
Melalui lomba STRUKTURA, siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan memiliki manfaat nyata. Mereka membangun struktur, menguji kekuatan, memperbaiki desain, dan belajar bekerja sebagai tim. Selain itu, mereka juga belajar bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses bertumbuh.
Karena itu, pencapaian Juara 1 dan Juara 3 ini memperkuat citra SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah sebagai sekolah yang menjadi mitra orang tua dalam mempersiapkan anak menghadapi masa depan.
Baca juga: 7 Alasan Orang Tua Memilih Sekolah yang Tepat untuk Anak
Selamat kepada 2 tim SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR Pondok Indah atas prestasi Juara 1 dan Juara 3 STRUKTURA UPH FaST Festival. Kiranya pengalaman ini menjadi langkah berharga untuk terus belajar, berkarya, dan bertumbuh dalam karakter.
SMAK TIRTAMARTA Juara STRUKTURA UPH bukan hanya tentang kemenangan hari ini. Lebih dari itu, prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang baik membentuk siswa untuk berpikir, bekerja sama, bertanggung jawab, peduli, dan siap menghadapi masa depan.
Ingin mengenal lebih dekat lingkungan belajar yang mendukung siswa bertumbuh dalam ilmu, karakter, minat, dan prestasi?
Kunjungi informasi Penerimaan Siswa Baru TIRTAMARTA BPK PENABUR melalui website resmi atau Linkhub TIRTAMARTA. Temukan pengalaman belajar yang mendampingi anak menjadi pribadi yang taat, tanggung jawab, peduli, serta siap menghadapi masa depan.
Kenali bagaimana sekolah mendampingi setiap anak sesuai tahap tumbuhnya.
Temukan lingkungan belajar yang membantu anak berkembang dengan aman, percaya diri, dan bermakna.
WhatsApp Admin PSB: tirtamarta.sch.id/linkhub
Beri anak Anda tempat yang tepat untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.
………………………………
Penerimaan Siswa / Peserta Didik Baru 2026 / 2027
Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur
Toddler, TK, SD, SMP, SMA
Pondok Indah & Cinere, Jakarta Selatan & Depok






